RAVIE, ADIKKU YANG PINTER DAN LUCU (Cerpen karya putri cantikku, Faradina Izdhihary Az-Zahra)


Adikku lucu sekali. Namanya Ravie. Bibirnya merah sekali. Di atasnya ada tahi lalat. Aku dan dua kakakku suka menggodanya.

“Dik, siapa yang memasang tahi lalat itu?”

Dia akan menjawab serius.

“Mas Ashar.”

Terus kami akan melanjutkan bertanya lagi.

“Kapan sich?”

“Ya dulu Mas nyoret-nyoret pakai pensil. “

Kalau sudah gitu, Ravi pasti akan teriak-teriak pada Umy.

“My, Umy… hapusin tahi lalat adik!”

Dan kami akan tertawa bersama-sama. Memang Ravie itu lucu sekali. Ada saja akalnya untuk membuat kami tertawa dan makin sayang padanya. Misalnya, saat jemarinya sakit tergores sedikit, dia akan pura-pura menangis dan menjerit. Eh, saat kutolong dia malah membuat kami semua tertawa. Saat itu, aku sedang memasangkan tensoplas ke jarinya yang sakit.

“Au…Au…Au…!”teriaknya kesakita.

“Sakit, Dik?”tanyaku.

Kupeluk dia dengan sayang. Dia hanya menggeleng sambil tersenyum.

“Sudah gak sakit?”tanyaku lagi.

Eh, dia malah menjerit lagi. Kali ini sambil memegang jemarinya.

“Auuuuu Auuuuu,” teriaknya.

Aku pun bergegas memanggil Umy.

“My… adik lho sakit!”

Umy berjalan cepat mendekati kami berdua. Wajah Umy cemas.

“Kenapa, Dik? Apanya yang sakit?”tanya Umy cemas. Seperti biasa Umy selalu saying pada kami. Umy memegang jemari Ravie yang sakit.

“Auuuu… Aurel!”

Hahaha. Tawaku dan tawa Umy meledak. Ini anak lucu banget sich, pikirku tak tahan. Kucium pipinya yang gembul. Dan dia tertawa-tawa imut sekali.

“Memangnya Aurel itu siapa sich?”tanyaku.

“Temenku,”jawabnya tanpa merasa bersalah.

Tidak hanya lucu, dia itu juga ganteng sekali. Bibirnya merah dan selalu berkat-kata yang lucu. Matanya lebar dan bersinar-sinar. Kalau sedang sekolah atau bepergian tanpa dia, aku selalu kangen. Rasanya ingin segera sampai rumah dan bermain-main dengannya. Meski kadang-kadang ia suka nakal dan mau menang sendiri.

Misalnya soal nasihat Umy. Tiap kali mengantar kami berangkat mengaji, kami suka bertemu anak-anak lain yang juga berangkat mengaji. Mereka memaki busana muslim. Yang laki memakai kopyah dan baju koko. Yang perempuan, kayak aku, pakai jilbab dan baju panjang.

“Nah, lihat kan. Kalau sore, semua anak kecil itu pasti mengaji.”

“Aku kan juga ngaji, My. Biar pandai,” jawabnya.

Suatu hari, Ravie kelihatan malas mengaji. Sejak jam setengah tiga, disuruh mandi sama Bu Dhe ( kami memanggil pembantuku kami dengan panggilan Bu Dhe) nggak mau juga. Jam tiga Umy pulang dari sekolah. Umy kaget karena Ravie belum siap-siap berangkat mengaji.

“Lho, adik kok belum mandi?” tanya Umy.

“Lha Bu Dhe…,”katanya.

“Nggak, My. Bu Dhe sudah nyiapin air anget. Ravie aja yang malas mandi,”kataku. Kasihan kan kalau Bu Dhe disalah-salahkan. Bu Dhe kan suka takut kalau salah. Padahal Umyku gak pernah marahin lho.

“Ayo Dik, ngaji yuk! Biar pinter, disayang Allah,”bujuk Umy.

Eh bukannya bergegas mandi, Ravie malah minta pangku Umy. Padahal Umy kan masih capek. Belum ganti seragam.

“Ravie kan sudah besar, My. Ravie gak ngaji,” katanya.

“Lho kok gitu?”tanyaku.

“Kan yang ngaji anak kecil. Ravie sudah besar. Sudah bisa maem sendiri,”katanya.

Hahaha. Umy tertawa lebar dan langsung mencium pipinya yang gembul. Mungkin Umy teringat kemarin sore saat melihat Ravie makan sendiri. Biasanya ia minta disuapi. Kemarin saat makan pakai paha ayam goreng, ia makan sendiri. Bahkan sampai habis. Aku langsung teriak sama Umy dan Aby.

“My, Umy… By… lihat Ravie maemnya habis.”

“Wah…. Hebat. Mas Ravie sudah besar ternyata. Pinter,”puji Umy.

“Anak siapa, dong?”balas Aby.

“Anak Umy sama Aby,”jawab Ravie dengan bangga.

Ah… aku masih saja tersenyum mengingat akal pintar Ravie. Hari itu, ia benar-benar tak berangkat mengaji. Ternyata ia tertidur di pangkuan Umy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s