BELAJAR DARI HASIL UKG BAHASA INDONESIA SMA


Ibarat mau perang, saya dan teman-teman guru Bahasa Indonesia SMA yang tahun ini mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) membawa perbekalan semampu kami membawa dan yang kami perkirakan akan kami perlukan nanti. maklum, kami tidak tahu persis peta dan bentuk musuh yang akan kami hadapi. Ini terjadi karena hingga tadi malam, kisi-kisi soal UKG Bahasa Indonesia untuk SMA belum ada. 

Entah mengapa hal itu terjadi? Apakah karena alfa atau memang paniti belum membuatnya? (Hahaha. dalam hal ini saya membandingkan dengan kebiasaan kami para guru yang kadang gak sempat buat kisi-kisi soal karena selalu dikejar-kejar berbagai perangkat). Bukankah mata pelajaran yang lainnya yang di-UKG-kan sudah muncul kisi-kisinya? W

Efeknya? Persiapan yang kami lakukan bisa dibilang ngawur. Sebagai ketua MGMP Bahasa Ind (yang masih 3 minggu) di kota saya, saya sedih. maklum, saat belajar bersama dua hari sebelum pelaksanaan UKG, materi yang saya siapkan untuk dipelajari bersama pun acak adul. Ngawur. Semua materi pembelajaran dipelajari. Sangking banyaknya yang dipelajari saya malah curiga, kami kelelahan secara mental. Lha piye? Guru mata pelajaran lain mungkin bisa sedikit lebih tenang karena sudah tahu kisi-kisinya. Jadi, saat mau perang, mereka sudah tahu senjatanya apa yang diperlukan sehingga sejak awal sudah mengasah senjata-senjata tersebut.

Lha kami? Semua senjata maunya diasah dan dikuasai penggunaannya. Giliran harus membawa ke medan perang malah bingung.

Saya sedih, ketika ada beberapa materi pedagogik yang sama sekali belum sempat kami bahas, bahkan saya pun asli belum membacanya, ternyata keluar banyak. Bayangkan, bila mata pelajaran lain komposisi kompetensi pedagogik dan profesionalnya adalah 30:70; untuk Bahasa Indonesia 41 untuk pedagogik dan sisanya 59 untuk profesional. 

Saya tidak tahu apa karena tidak ada kisi-kisi jadi perbandingan soalnya menjadi berbeda dengan matpel lainnya? 

Padahal asli, jujur, ngaku dech, yang paling sulit bagi kami ya soal pedagogiknya. Lha wong kami sudah jarang membacanya. Apa yang kami gunakan di dalam kelas tentu sifatnya pemahaman, bukan hafalan.

Pun begitu, ya bukan juga karena ketiadaan kisi-kisi kalau nilaiku akhirnya jelek, hanya 71. Ketika beberapa teman cerita bahwa materi teori belajar banyak yang keluar, saya dengan santai menjawab, “Halah malas wes. Paling juga kubaca sekarang, 10 menit lagi sudah hilang.”

Maklum, usia yang sudah kepala 4 itu kalau dibuat hafalan sulit sekali. Gak kebayang ya, bagaimana susahnya kalau sudah 50 tahun atau yang hampir pensiun.

Sejujurnya, soal yang diberikan di UKG tadi, menurut saya jauh lebih gampang dibandingkan soal ulangan yang saya buat maupun dibandingkan soal UN. Buktinya, kalau di soal ulangan dan UN gak ada yang tingkatannnya C-1. Semua soal Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia selalu C4 ke atas. Tentu ini untuk SMA lho, bukan yang lain. Maka seharusnya, kalau cuma ingatan kan harusnya dapat lebih bagus. tapi piye maneh, wes tuo, lali jhe. (Jadi merenung…. ya Allah, semoga kelak kalau siswaku nilainya jelek aku enggak marah-marah atau melecehkan mereka.)

Oh iya, satu lagi yang seru, Kalau tidak salah dari soal kompetensi pedagogik tadi ada 7 soal yang diulang. Apesnya, 4 di antaranya tentang teori belajar yang aku blas gak baca jadi blas gak tahu (bukan gak ingat). Wal hasil haqqul yaqin langsung salah 8. Hahahaha.

Ada juga sih soal yang menurutku (menurutku lho) tidak bisa dikerjakan. tapi gak banyak. Paling cuma sekitar 3-5 soal. Jadi ya, lumayan bagus.

Ending dari hasil UKG-ku hari ini ternyata: (a) aku masih jauh dari kompetensi yang baik untuk menjadi guru, (b) aku benar-benar sudah mulai masuk PDIPP = penurunan daya ingat, penalaran, dan penglihatan, dan (c) siap menunggu pendidikan dan pelatihan demi meningkatkan kompetensi.

2 thoughts on “BELAJAR DARI HASIL UKG BAHASA INDONESIA SMA

  1. Luar Biasa buat ketua MGMP Bahasa Indonesia yang baru.
    Selamat Bu Fara, Tutas untuk UKG meski katanya tanpa persiapan
    Seharusnya langkah Ibu di contoh oleh pengurus MGMP dan anggotanya
    semangat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s