Impian Seorang Ketua MGMP Baru


Ya baru sekitar seminggu yang lalu aku resmi terpilih jadi ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA di kotaku, Batu. Sejujurnya, tak ada keinginan atau ambisiku untuk menjadi ketua MGMP. Malahan, pada hari dan jam ketika aku dipilih itu, aku sedang terkapar di ruang istirahat guru karena sakit perut dan mual yang hebat. Sakit yang membuatku terpaksa harus mengirim SMS dan “SOS” (lebay ya?) pada beberapa teman agar menggantikan posisiku mengawasi anak-anak yang sdang UTS. Gak tahu bagaimana prosesnya dan apa alasannya sehingga teman-teman memilih saya.

Bagi saya amanah rekan-rekan ini menjadi semacam pintu untuk mewujudkan harapan dan impian saya, saya yakin juga teman-teman, dari MGMP setelah ekian tahun vakum tak ada kegiatan sama sekali.

Dahulu, ketika MGMP masih sempat aktif, saya selalu berharap akan mendapatkan sesuatu yang baru baik itu materi, pembelajaran, maupun perangkat. Bahkan impian besar saya adalah bersama teman-teman mewujudkan 1 PTK untuk tiap guru yang aktif dalam satu tahun.

Jujur, seringkali saya hanya bisa merenung sedih. Bagaimana tidak, di sekitar saya, teman-teman saya, banyakyang golongannya mandeg IV-a bertahun-tahun bahkan belasan tahun. Sampai njamuren, kali hanya karena belum membuat karya ilmiah. Tidak mungkin kan tiba-tiba saya menawarkan diri, “Mari saya ajari?” “Mari saya bantu?” Hohoho , who am i-lah? Saya sendiri kan IV-a nya baru turun tiga bulan lalu. Saya terlalu yunior. Belum layak dipercaya. meski di luar dinas, secara informal saya punya kelompok guru binaan menulis PTK. Satu kelompok berkisar 4-8 orang yang saya dampingi nulis PTK dari nol sampai jadi. Alhamdulillah beberapa sudah lolos IV-a. Untuk model pendampingannya, saya tidak menerapkan teori atau klasikal. Ya model seperti pembimbingan skripsi.

Istilahnya, setiap kali bertemu, teman-teman guru harus sudah membawa tulisan, seperti apa pun kondisinya. namanya belajar menulis, bukan belajar teori menulis. kalau teori bisa dibaca dibanyak buku, di banyak pelatihan. Sayangnya, kita seringkali terjebak, masih ingin, masih hendak menulis PTK. Kalau cuma pengin, kapan jadinya? Ayo nulis! Mulai! Bismillah! gak usah nunggu-nunggu.  Nah, jadi ketua MGMP membuat saya berpikir, “Inilah saatnya saya berbagi. Gratis.” Itung-itung sebagai rasa syukur karena fee jadi ghost writer masih lumayan membuat saya bisa beli lipstik dan bayar personal trainer di fitness center (wkwkwkw).

Namanya impian…. yaaaa banyaklah plann dan rencana yang muncul di benak saya. Mumpung jadi ketua MGMP. Kalau enggak jadi MGMP ya nggak bakal dipercaya, meski di luar laris manis membimbing penulisan PTK. Tarifku kan juga sudah lumayan untuk satu kali pertemuan. Aneh ya, di luar kotaku aku dibayar dan mereka yang minta, di kotaku sendiri, hanya beberapa saja teman dekat yang aku berani memotivasi mereka agar mau menulis dan hanya bisa diitung dengan jari yang tergerak untuk nulis. Ya barangkali karena gratis dan saya masih yunior ya…?

Intinya, tahun depan, ketika Penilaian Kinerja Guru (PKG) sudah mulai diterapkan, ketika untuk kenaikan pangkat setiap jenjang, Karya ilmiah sudah menjadi syarat yang harus dipenuhi, saya ingin anggota MGMP Bahasa Indonesia SMA di kota saya tidak kelabakan. Bismillah. Pati bisa. Man jadda wa jadda. Mumpung jadi ketua MGMP saya akan dorong teman-teman saya. Kita pasti bisa! Gak sulit kok nulis PTK itu. Asli. Apalagi buat guru Bahasa Indonesia.

Nah, balik lagi ke soal pengalaman jadi ketua MGMP baru. Hahahaha. Narsis dikit ya. Namanya juga baru, seperti Jokowi gitu gak apa-apa kan? Saya juga membayangkan akan membuat bersama satu model RPP, silabus, dan perangkat lainnya yang sesuai dengan standar proses. Model itulah yang akan kami jadikan rujukan dalam penyiapan perangkat. Biar tidak kebingungan. Tentu kami membutuhkan pakarnya.

Dan hari ini, adalah kerja pertama saya. Gak amazing-amazing banget kok yang kulakukan. Cuma mengajak teman-teman guru ngumpul buat belajar menghadapi UKG hari Senbin, 29 Oktober besok. Waaah meski yang datang cuma 9 orang ternyata keren banget. Gak kerasa. Saking semangatnya kami belajar start mulai jam 10.00, tapi sampai jam 11.00 masih ada juga yang datang, selesai pukul 15.30. Itu pun sama sekali tanpa konsumsi. Karena memang lupa gak mikirin soal itu. Heheheh.

Oh ya, hal lain yang tadi saya sampaikan adalah mengadakan UKBI (Uji kemahiran Berbahsa Indonesia) kerja sama dengan Badan Bahasa Jawa Timur (BBJT) yang sejatinya kami harus melaksanakannya dalam event Festival Jurnalistik tanggal 7 November. Tapi, karena sama sekali belum dibicarakan apalagi disiapkan oleh pengurus lama, ya terpaksa kegiatan yang dimotori BBJT itu terpaksa kami cancel. Tepatnya ditunda bulan Desember. Tidak mungkin pengurus baru menyiapkan kegiatan besar itu dalam tempo sesingkat-singkatnya. (Ini kan bukan proklamasi).

Dan yang paling penting adalah membiasakan “induksi” hasil pelatihan. Harapan saya ini saya sampaikan pada teman-teman agar siapa pun yang baru saja mengikuti pelatihan, seminar, workshop, TOT, atau kegiatan pengembangan profesionalitas lainnya, membagikan pada anggota MGMP. Dengan cara sepoerti itu, semua anggota akan dapat mengikuti trend baru. Selama ini, bila ada pelatihan atau workshop, hanya satu atau dua orang saja yang dikirim. Setelah pulang mereka menggunakan ilmunya untuk dirinya sendiri (termasuk saya, kaliii). Tidak ada session berbagi ilmu dan pengetahuan. Ke depan, dalam masa kepemimpinan saya (Walah…) saya akan mewajibkan teman-teman yang baru mengikuti kegiatan pelatihan itu untuk menjadi pemateri pada pertemuan rutin MGMP. Ah… saya membayangkan, ilmu dan pengetahuan saya akan bisa cepat berkembang lewat MGMP. Sebuah impian yang tentu saja hanya akan terwujud bila semua anggota bersukarela mengikutinya.

Ya…. sebenarnya masih banyak impian saya untuk bisa mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan lewat MGMP. Memang hari ini baru 9 orang yang datang, ditambah 3 anggota yang cuma “setor wajah”, maklum cuma datang sebentar, saya berdoa, semoga MGMP Bahasa Indonesia di kotaku bisa maju dan berkembang menjadi wadah yang tepat bagi kami untuk meningkatkan profesionalitas kami.

Karena itu, siapa pun Anda yang baca tulisan ini, sudilah berbagi ilmu, memberi saran dan masukan untuk mewujudkan impian ini.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s