SAKITNYA KETIKA CINTA DIPISAHPAKSAKAN


Diary, Kamis, 4 Oktober 2012

Barangkali, beginilah sakitnya ketika cinta dipisahpaksakan, kesedihan dan luka itu rasanya tak berkesudahan. Begitulah selalu perasaanku tiap kali menginjak sekolah tempat tugasku yang lama.

Aduuuuh, ampun. Aku gak sanggup nulisnya. Sakitnya masih berasa hingga kini. Air mata  ini terlalu deras dan tak memungkinkanku menulis.Rasanya, air mataku ini lebih deras ketimbang hujan di luar. Entahlah, apakah hujan di luar sengaja dikirim Tuhan untuk menjadi supporter kepedihanku?

Sebenarnya capek juga menangisi perpisahan itu. Toh kini hidup telah membawaku pada tempat yang sama-sama menyenangkan dan membahagiakan. tentu dengan tantangan dan kolega baru. Kalau mau lebih jujur, sebenarnya dengan cara inilah Tuhan membuatku lebih banyak teman dan kenalan. Dan lagi, bila pun aku harus kembali ke sekolah lama, juga gak mungkin. Saat ini aku pun telah mencintai sekolah tempatku mengajar sekarang. Aku juga bahagia berteman dan bersaudara dengan para guru yang sebagian lebih senior dari padaku; aku pun mencintai dan menyayangi murid-muridku seperti cintaku dulu pada murid-muridku di sekolah yang lama.

Gak jadi kulanjut deh. Sudah lega, hehehehe.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s