MENU SOP BUNTUT ISTIMEWA


Alhamdulillah, menu untuk sahur nanti barusan usai kusiapkan. Sop buntut, perkedel kentang plus sedikit banget irisan daging, sambal kecap, dan kerupuk udang. Minumannya juice sirsak. Insyaallah aku haqqul yaqin anak-anakku akan melahapnya dengan rahap dan nikmat.

Why? Karena aku memasaknya dengan resep rahasia yang diajarkan ibuku. Kalian tahu, seandainya setiap ibu memasak dengan resep rahasia yang diajarkan ibuku, semua anak di dunia ini pasti akan makan dengan lahap dan menghabiskan makanannya. Bahkan, ia akan bersyukur tanpa batas telah dilahirkan sebagai anak sang ibu.

Dan inilah resep rahasia ibuku.

Untuk memasak sop buntut atau masakan lainnya, sejak pemilihan bahan harus dilakukan hati-hati. Jangan sampai sama dengan apa yang dilakukan tukang warung atau seorang chef di restoran. Kenapa? Simak sajalah, jangan banyak tanya dulu. Karena itu yang dulu kulakukan saat ibu mengajarkan padaku.

Saat memilih bahan ujilah setiap bahan memasak itu dengan pertanyaan (a) Apakah anak-anakku akan menyukai makanan ini, (b) Bila kupilih bahan makanan ini adakah pengaruhnya baik dan tidak membahayakan kesehatan mereka, dan (c) ketika memutuskan membelinya, ucapkanlah mantra paling hebat dibanding segala mantra. “Bismillahirrohmanirrohim, ya Allah berkahilah apa-apa yang kubeli dan hendak kusiapkan untuk suami dan anak-anakku. Catatlah ini sebagai amalan ibadahku padamu, dan dengan makanan ini berilah kesehatan dan kekuatan pada suami dan anak-anakku untuk menjalankan perintah-Mu.

Bandingkan dengan rumus yang diramu oleh pengusaha warteg dan teman-temannya. Uji material dalam pemilihan bahan makanan pun sangat kapitalis (hahaha, lebay), yaitu (a) Apakah bahan makanan ini akan membuat pelanggan menyukai masakanku? (b) Apakah bahan makanan ini akan membuat pelangganku menjadi pelanggan setia dan tidak “lari” dari warungku, dan (c) saat eksekusi yang dia ucapkan adalah : “Semoga dengan bahan semurah ini bisa kudapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.”

Saat memasak pun ibuku memberikan tuntunan rahasia. Lihatlah, setiap ia mengambil, mengiris, mencuci, dan memasukkan bumbu dan bahan-bahan senantiasa ia mengucapkan bismillah. Saat menunggu sayur masak pun, ia berdzikir mengucap syukur tiada tepi atas segala nikmat dan karunia Allah yang membuatnya tetap bisa belanja dan menyiapkan makanan bagi suami dan anak-anaknya. Tak hanya itu, saat menambahkan gula dan garam pun doanya ia bisikkan dari hati terdalam hingga permohonan itu menembus langit malam. “Ya Allah semoga anak-anakku akan tumbuh sehat makan masakan ini nanati. Semoga dengan tubuh yang sehat ia jadi anak yang pintar di sekolah, dan kelak dapat menjadi hamba pilihan-Mu.

Saat menyajikannya pun, sop buntut harus dilakukan sesuai resep rahasia ibuku. Si penyaji harus sang ibu sendiri. Ia haus berdandan rapi, gak boleh bau kompor, dan disertai dengan senyum penuh cinta. Bila perlu untuk penyedap rasa, ambilkan suami dan anak-anamu itu sayur dengan tanganmu sendiri.

Masih ragukah kalian bahwa masakan yang dimasak dengan resep rahasia ibuku adalah masakan paling sempurna di dunia?

(Embrio tulisan …)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s