SURAT BUAT IBU


Assalamu alaikum, Ibuku Sayang….

 

Esok, 16 Maret 2013 tepat 2 tahun engkau meninggalkan kami semua, pulang kembali Sang Maha Pemilik Segalanya. Dua tahun yang sangat berat bagiku menghadapi hidup tanpa bisa lagi mendengar suara lembutmu, tanpa pernah lagi bisa melihat indah senyummu, dan teduhnya nasihatmu.

Bu… dua tahun ini rasa sayang, cinta, penghormatanku atas kemuliaanmu, kebaikanmu, pengorbananmu untuk keluarga, bukannya semakin terhapus; sebaliknya semakin bertambah-tambah rasa cinta dan penghormatanku atas kemuliaanmu. Dan semakin bersyukur aku kepada Allah karena terlahir sebagai anakmu. Bu, setelah engkau pergi, barulah aku menyadari alangkah berharganya engkau, alangkah mulianya engkau. Andaikan harus membayar semua yang telah engkau lakukan dan engkau berikan pada kami, semua harta bahkan nyawa yang kini dititipkan Allah pada kami, takkan sanggup kami membayarnya.

Ibu… Ibu… Ibu, alangkah seringnya aku menyebut namamu. Bukan tak ikhlas atas kepergianmu. Tetapi rasa cinta dan rasa bersyukurku atas nikmat terbesar Allah karena menjadi anakmu selalu membuatku tersedu. Sesalku terkadang membuatku menyeal berkepanjangan. Sebagai anak, aku belum sanggup membahagiakanmu, belum sanggup membalas kebaikanmu. Ya Allah, barangkali yang lebih banyak aku menyakitimu, mengecewakanmu, membuatmu menangis berurai air mata karea khawatir dengan masa depan dunia akhirat kami. Sebagai anak, aku selalu menuntutmu memberi lebih, meski engkau, kuyakin itu, selalu berusaha memberikan semaksimal yang engkau bisa. Bu… maafkanlah aku.

Maafkanlah aku, Bu bila tetap tersedu setiap menyebut namamu, mengenang segala kemuliaanmu. Dengan tangis ini, segala doaku untukmu terus mengalir seperti derasnya air mataku. Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu, mencatat seluruh kebaikanmu, amal ibadahmu, pengabdian tulusmu sebagai seorang ibu dan istridengan balasa ampunan seluas-luasnya dan tempat terindah di sisi-Nya.

Ibu….maafkanlah aku. hanya doa yang dapat kulakukan untuk membuktikan cinta dan baktiku padamu. Andai saja dulu, aku sanggup mengungkapkan betapa aku mencintai dan menyayangimu, serta mengagumimu, mungkin tak seberat sekarang. Tapi dahulu,…. entah mengapa lidahku selalu kelu untuk mengakui semua itu. yang sering kulakukan malah mungkin aku menyakiti perasaanmu. Bu…. maafkanlah aku.

للَّهُمَّ فَارْحَمْ وَالِدِيْنَا ، اَللَّهُمَّ فَارْحَمْ وَالِدِيْنَا ، اَللَّهُمَّ فَارْحَمْ وَالِدِيْنَا ، وَاغْفِرْ لَهُمْ ، وَارْضَ عَنْهُمْ رِضًا تُحِلُّ بِهِ عَلَيْهِمْ جَوَامِعَ رِضْوَانِكَ ، وَتُحِلُّهُمْ بِهِ دَارَ كَرَامَتِكَ وَأَمَانِكَ ، وَمَوَاطِنَ عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ ، وَاَدِرَّ بِهِ عَلَيْهِمْ لَطَآئِفَ بِرِّكَ وَإِحْسَانِكَ ..

“Ya Allah, ampunilah mereka dengan pengampuan menyeluruh yang menghapus dosa-dosa mereka terdahulu dan keburukan yang selalu mereka lakukan dan rahmatilah mereka dengan rahmat yang mampu menerangi pembaringan mereka di dalam kubur, serta menyelamatkan mereka pada saat kebangkitan di hari yang menakutkan.”

Maaf, Bu…. aku tak sanggup meneruskan surat ini. Tapi percayalah, aku akan terus berusaha menjadi orang seperti harapanmu. Meski, terkadang aku tersedu, “Adakah aku sanggup menjadi ibu yang baik bagi anak-anakku seindah engkau bagi anak-anakmu?”

 

 

About these ads

Satu gagasan untuk “SURAT BUAT IBU

  1. Ping-balik: SURAT BUAT IBU | faradinaizdhihary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s